MATERI LITERASI BUDAYA DAN KEWARGAAN
Enam Literasi Dasar
World Economic Forum atau Forum Ekonomi Dunia merupakan yayasan yang berdiri di tahun 1971 di Swiss oleh Klaus Schwab, mengadakan pertemuan di tahun 2015 dan menyepakati Enam literasi dasar tersebut mencakup
- 1. literasi baca tulis
- 2. literasi numerasi
- 3. literasi sains
- 4. literasi digital
- 5. literasi finansial
- 6. literasi budaya dan kewargaan.
Materi Literasi Budaya dan Kewargaan adalah literasi terakhir yang terbagi dua yaitu literasi budaya dan literasi kewargaan.
Literasi budaya merupakan kemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Sementara itu, literasi kewargaan adalah kemampuan dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dengan demikian, literasi budaya dan kewargaan merupakan kemampuan individu dan masyarakat dalam bersikap terhadap lingkungan sosialnya sebagai bagian dari suatu budaya dan bangsa.
Pada tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan Gerakan Literasi Nasional sebagai bentuk implementasi dari Permendikbud No. 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Gerakan Literasi Nasional menyusun materi Pendukung keenam literasi. Pada buku Materi Pendukung Literasi Budaya dan Kewargaan berisi tentang sasaran dan strategi literasi budaya dan kewargaan di Sekolah, di Keluarga, dan di Masyarakat.
Bagaimana Sistematika Penulisan Buku Materi Literasi Budaya dan Kewargaan?
Gerakan Literasi Nasional (GLS) menyusunan materi-materi literasi Budaya dan Kewargaan yang terbagi menjadi 5 bab.
Adapun sistematika penulisan materi pendukung Literasi Budaya dan Kewargaan sebagai berikut:
- I. MENYIAPKAN GENERASI INDONESIA ABAD XX
- 1. Tantangan dan Peluang
- II. LITERASI BUDAYA DAN KEWARGAAN SEBAGAI KECAKAPAN HIDUP
- Pengertian Literasi Budaya dan Kewargaan
- Prinsip Dasar Literasi Kebudayaan dan Kewargaan
- Indikator Literasi Budaya dan Kewargaan
- III. GERAKAN LITERASI BUDAYA DAN KEWARGAAN DI SEKOLAH
- Sasaran Gerakan Literasi Budaya dan Kewargaan di Sekolah
- Strategi Gerakan Literasi Budaya dan Kewargaan di Sekolah
- IV. GERAKAN LITERASI BUDAYA DAN KEWARGAAN DI KELUARGA
- Sasaran Gerakan Literasi Budaya dan Kewargaan di Keluarga
- Strategi Gerakan Literasi Budaya dan Kewargaan di Keluarga
- V. GERAKAN LITERASI BUDAYA DAN KEWARGAAN DI MASYARAKAT
- Sasaran Gerakan Literasi Budaya dan Kewargaan di Masyarakat
- Strategi Gerakan Literasi Budaya dan Kewargaan di Masyarakat
Materi Literasi Budaya dan Kewargaan
Apa Keterkaitan Buku Literasi Budaya dan Kewargaan dengan Kebijakan Pendidikan Terbaru?
Dua kata kunci dari buku ini ada budaya dan kewargaan. Dimana kedua memiliki posisi penting dalam kebijakan pendidikan nasional saat ini.
- Literasi Budaya menjadi sangat kuat setelah terbit Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Budaya Sekolah Aman dan Nyaman adalah keseluruhan tata nilai, sikap, kebiasaan, dan perilaku yang dibangun di lingkungan Sekolah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan spiritual, pelindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital demi menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi Warga Sekolah.
- Literasi Kewargaan. Kewargaan menjadi salah dimensi profil lulusan berdasarkan Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025 tentang SKL pada PDM. Dimensi kewargaan mengacu pada individu yang bangga akan identitas dan budayanya, menghargai keberagaman, menjaga persatuan bangsa, menaati aturan bernegara dan bermasyarakat, serta menjaga keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa.
Untuk mengetahui istilah-istilah penting dalam pendidikan, Silahkan buka: Glosarium Pendidikan >>
Revisi 11 Januari 2026




