Bukuyunandra.com memasukkan karya Paul G Stoltz “Adversity Quotient” ke kategori buku psikologi populer. Karena Stoltz menyebutkan penelitian ini memanfaatkan 3 cabang ilmu pengetahuan yaitu psikologi kognitif, psikoneoroimunologi, dan neorofisiologi.
Adversity Quotient
Mengubah Hambatan Menjadi Peluang
Paul G. Stoltz, Ph.D.
Buku “AQ : Adversity Quotient ; Mengubah Hambatan Menjadi Peluang” ditulis oleh Paul Stoltz menulis dengan judul asli “Adversity Quotient Turning Obstacles into Opportunities” tahun 1997.
Menurut bahasa, Adversity berarti kesulitan, kesengsaraan, kemalangan, atau kondisi tidak menyenangka. Sedangkan Quotient berarti ukuran, kadar, atau tingkat.
Maka pengertian dari Adversity Quotient adalah ukuran tingkat ketangguhan seseorang dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidup.
Stoltz mendefinisikan Adversity Quotient sebagai ukuran tentang bagaimana seseorang merespons kesulitan, seberapa kuat ia bertahan, dan bagaimana ia mampu mengatasinya.
Sesuai dengan judul berbahasa Inggris yaitu ” “Adversity Quotient Turning Obstacles into Opportunities”
Bagaimana Sistematika Penulisan Buku Adversity Quotient?
Buku Adversity Quotient terdiri dari 3 bagian dan 10 bab.
Adapun sistematika penulisan sebagai berikut:
KESATU : PERKEMBANGA PESAT DI ZAMAN YANG SULIT
Bagian ini membahas 3 hal penting sebagai latar belakang munculnya gagasan AQ (Adversity Quotient) yaitu
- 1. Pandangan Baru tentang Kesuksesan
- 2. Zaman yang sulit
- 3. Ilmu Pengetahuan tentang AQ
KEDUA : MENGUKUR DAN MEMAHAMI AQ ANDA
Bagian kedua membahas konsep Paul Stoltz tentang Adversity Quotient yang terbagi menjadi 2 bab yaitu
- 4. Adversity Response Profile™: Mengukur AQ Anda dan Kemampuan Anda untuk Mendaki
- 5. Menafsirkan Adversity Quotient Anda dan Kemampuan Anda untuk Mendaki
KETIGA : MEMPERBAIKI AQ DALAM DIRI ANDA, DIRI ORANG LAIN, DAN PERUSAHAAN ANDA
Bagian ketiga membahas implementasi konsep AQ Paul Stoltz buat diri, orang lain dan perusahaan.
Pada bagian ini, Paul Stoltz membahas temanya yang terbagi menjadi 5 bab yaitu
- 6. LEAD : Memperbaiki AQ anda dan KEmampuan Anda untuk Mendaki
- 7. STOP! Berhentilah Menganggap Segala Sesuatu sebagai Bencana
- 8. Memperbaiki AQ orang Lain dan Kemampuan Mereka untuk Mendaki
- 9. Organisasi dengan AQ Tinggi : Menciptakan Budaya Mendaki
- 10. Kebiasaan Pendaki
Dalam buku terjemah karya Paul Stoltz, buku tersebut menyediakan hal-hal pendukung, yaitu:
- Lampiran
- Catatan
- Daftar Pustaka
- Ucapan Terima kasih
- Indeks
Untuk mendapatkan buku tersebut, silahkan berkunjung ke toko buku, baik online maupun offline.
Buku ini sangat bermanfaat untuk melengkapi pemahaman kita tentang konsep kecerdasan selain kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional (Goleman) atau kecerdasan spiritual (Danar Zohan).
Dampak Buku Adversity Quotient terhadap Kinerja Guru dan Tenaga Kependidikan?
Menjadi ciri khas bukuyunandra dalam setiap memberikan analisis buku ada pembahasan tentang dampak atau manfaat buku terhadap pendidikan madrasah secara kelembagaan dan dampak terhadap guru dan tenaga kependidikan.
Secara umum, Buku AQ Paul Stoltz dapat menjadi dasar dalam mengakategorikan kinerja guru dan tenaga kependidikan. Kategori berdasarkan yang terbagi menjadi 3 tipe Adversity Quotient yaitu
- Quitters. Guru dan tenaga kependidikan yang memilih untuk berhenti, menghindari kewajiban. Mereka lebih memilih berhenti mendaki dan menolak kesempatan untuk mendaki. Dalam teori Maslow, mereka sudah cukup dengan memenuhi kebutuhan fisiologis.
- Campers. GTK yang berjalan tidak seberapa jauh lalu berkemah dan merasa cukup dan akhirnya mengakhiri pendakian karena sudah ada di zona nyaman. Menurut teori Maslow, Mereka yang sudah mencukupi kebutuhan rasa aman, kasih sayang dan penghargaaan.
- Climbers. GTK yang mendedikasikan hidupnya untuk pendakian tanpa menghiraukan latar belakang, atau kerugian. Menutut teori Maslow, GTK ini berada di level kebutuhan tertinggi yaitu aktualisasi diri.
Revisi artikel 3 Januari 2026
Untuk memahami gagasan secara detail tentang kecerdasan, silahkan berkunjung ke website yunandra.com. Website ini menjadi tempat menuangkan berbagai gagasan ringan tentang pendidikan dan psikologi serta keterkaitan psikologi dengan pendidikan.



